//
you're reading...
pewarnaan

Warna dan paham kesaktian??

Bangsa Indonesia memiliki tinjauan yang unik mengenai warna, yakni peninjauan warna dari segi falsafah hidup atau yang lebih deikenal dengan “faham kesaktian”. Pengertian warna dalam faham kesaktian dapat dipahami setelah kita mengerti apa hakekat dari warna tersebut.

Bangsa Indonesia sejak dahulu dikenal sebagai masyarakt yang magis-religius terlihat maraknya aliran kepercayaan yang masih animisme dan dinamisme. Manusia pada umunya percaya akan satu Dzat Gaib yang dianggap memiliki kesaktian tertinggi atau sebagai Primacausa ( asal segala sesuatu). Magis-religius sepanjang abad tersebut menurut Prof.M.Yamin disebut sebagai Faham Kesaktian. Sisa siasa dari paham kesaktian dapat terlihat dari hal-hal sebagai berikut :

  1. Orang mengadakan seseji
  2. Membakar kemenyan pada hari-hari tertentu atau tempat tertentu
  3. Menabur bunga di Makam
  4. Memuja barang yang dianggap sakti.

Adapun mengenai contoh uraian paham kesaktian dapat tercermin dari hal berikut:

  1. Kupasan tentang arti Sang Merah Putih ( M. Yamin)

Substansi yang dipat dari hal tersebut adalah semua yang hidup itu pada umumnya memiliki zat cai dalam tubuhnya. Misal, pada tumbuh-tumbuhan terdapat getah dan manusia terdapat darah. Zat cair dalam tumbuhan berwarna putih dan manusia serta hewan kebanyakan berwarna merah. Jadi arti merah putih disini merupakan lambang kehidupan menurut kodrat alam. Kemudian Sang Merah Putih Itu sendiri adalam lambang kehidupan bangsa Indonesia menurut kordatnya.

  1. Peninjauan Tata Negara Majapahit ( M. Yamin )

Dalam ketatanegaraan Majapahit hukum dan Undang-Undang Negara berdasarkan pada kesaktian. Perintah raja ditulis pada keping logam atau batu kemudian diletakkan pada daerah yang terkena perintah dan benda ini dianggap keramat serta dihormati. Pelanggaran terhadap perintah Raja akan mendapatkan hukuman dari alam atau sesuatu hal ynag sakti seperti disambar petir, air bah, terguling di Jurang dsb hal ini dapat terlihat dair Prasasti Sidoteka th 1323

Penerapan paham kesaktian pada kehidupan bangsa Indonesia terutama daerah Jawa terlihat pada Seni Pewayangan. Ajaran Hastabrata dalam cerita Ramayana menjadi pedoman negara terutama Raja dimana dia harus memiliki 8 watak sebagai berikut ;

WATAK

ARTI

Bumi ( tanah)

Darma

Banyu (air)

Memberi Ampun

Geni (api)

Menghukum

Angin

Mengawasi

Surya (matahari)

Tabah

Rembulan

Menghadiahi

Lintang (bintang)

Sentosa

Mendung (awan)

Adil

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

favorit

kalender

April 2008
M T W T F S S
    May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

blog stats

  • 223,315 hits
%d bloggers like this: