//
you're reading...
perkembangan batik

Sejarah dan Perkembangan Seni Batik Indonesia (part3)habis..

Dari sumber-sumber yang didapat maka dapat disimpulkan bahwa:

Keyakinan Rouffaer seperti pada a dan b kurang dapat diterima, karena digambarkan dari th.406 AD sampai dengan Kerajaan Daha di Kediri (1100-1222 AD), bangsa Hindu menjajah Indonesia termasuk penjajahan kebudayaan (dalam hal ini seni batik), seolah-olah tidak ada kebebasan penciptaan dan karya budaya. Pendapat ini pertama bertentangan dengan pendapat ahli sejarah Prof. Dr.R.M. Sutjipto Wirosuparto seperti ynag tercantum di poin 1.

Kedua pada kenyataannyakalau seni batik langsung dipengaruhi Kalinga-Koromandel di India tidak terdapat motif-motif kawung. Lereng, Ceplok dan Cinden sedang di Indonesia motif-motif tersebut muncul dengan jelas antara abad 9 – 14

Ketiga, bahwa peristiwa atau proses “wax-resist technique” ini tidak terdapat di India saja melainkan terdapat pula di Negara-negara lain dengan data waktu seperti dikemukakan pada no 2, hasil survey design batik oleh Prof.Dr.Alfred Steinmann. Sedangkan hubungan Indonesia-Tiongkok pada zaman Seriwijaya erat sekali sehingga ada kemungkinan pengaruh timbak balik mengenai wax-resist technique dengan Tiongkok.

Keempat, perkembangan batik design di Indoensia sampai pada kesempurnaan pada abad antara 14-15 sedang perkembangan batik di India mencapai kesempurnaan antara abad 17-18 jadi perkembangan batik secara wax-resist technique lebih dahulu waktunya batik Indonesia.

Kelima, bahwa perkembangan batik Indonesia diliputi oleh kesaktian budaya, ini berarti hampir semua karya budaya tidak mempunyai fungsi ekonomis, melainkan berfungsi sebagai peranti untuk menghormati sang sakti. Masalah ini dilupakan oleh para penyelidik sehingga dianggap batik Indonesiaberkembang setelah mempunyai fungsi ekonomis yaitu sesudah abad 18. Jadi anggapan bahwa batik Indonesia terbelakang dari batik India sehingga diambil kesimpulan bahwa batik Indonesia berasal dari Kalinga-Koromandel India adalah tidak tepat.

Perhatikan pendapat Dr. J. Brandes yang sangat berhati-hati seperti pada nomor 4 bagian ini. Suvey design batik oleh Prof.Dr. Alfred Steinmann merupakan angin baru dalam pengungkapan sejarah asal mulanya batik Indonesia, akan seperti halnya mengenai masalah fungsi candi Indonesia semula para sarjana penyelidik menyangka bahwa candi-candi di Indonesia berfungsi sebagai kuil tempat pemujaan analogi dengan candi-candi di India, tetapi ternyata kemudian hasil penelitian berbeda yakni berfungsi sebagai tempat penyimpanan abu jenazah atau sebagai makam.

Mudah-mudahan pendapat baru atau pembetulan bahwa bati k Indonesia tidak berasal dari Kalinga-Koromandel India dapat dibuktikan dan diyakini dengan catatan bahwa daerah Indonesia yang tidak terkena pengaruh Hindu seperti Toraja Sulawesi dulu pernah berkembang batik yang dibuat dengan teknik wax-resist dyeing.

Discussion

One thought on “Sejarah dan Perkembangan Seni Batik Indonesia (part3)habis..

  1. Tulisannya bagus banget . padahal kota kelahiran saya termasuk salah satu penghasil batik yang terkenal. tapi terus terang, pengetahuan saya tentang sejarah batik sangat minim. boleh ya, saya copy buat di blog saya… terimaksaih

    Posted by pekalonganarts | April 15, 2009, 6:44 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

favorit

kalender

April 2008
M T W T F S S
    May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

blog stats

  • 223,315 hits
%d bloggers like this: