Tulisan yang mempunyai pengait kata pewarnaan

Penggunaan pewarna alami dalam membuat batik

<!– @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

Industri pembuatan kain batik, baik skala kecil maupun menengah, hendaknya menggunakan pewarna alami daripada pewarna tekstil sintetis. Limbah hasil pencelupan batik dengan pewarna alami dinilai lebih aman dan tidak menimbulkan dampak pencemaran lingkungan.

Alasannya adalah karena pewarnaan tersebut berasal dari alam, dengan sendirinya zat-zat yang terkandung dalam pewarna alami dapat mudah terurai. Berbeda dengan pewarna tekstil sintetis yang sulit terurai di alam, hal ini sesuai dengan perkataan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) DIY, Harnowati,

Limbah dengan pewarna tekstil sintetis akan mencemari sumber-sumber air warga, baik yang dibuang ke sungai, atau yang dibuang ke tanah karena akan mudah masuk ke sumur. Dampak pencemaran baru terasa setelah beberapa puluh tahun kemudian, terutama bagi kesehatan warga, yakni ancaman kanker atau gangguan pencernaan akibat akumulasi zat-zat berbahaya yang masuk ke dalam tubuh melalui air minum.

Menurut pantauan Bapedalda DIY, tingkat pencemaran air sungai maupun air bawah tanah oleh limbah hasil pencelupan batik masih dalam ambang toleransi. Akan tetapi, pencemaran ini harus diantisipasi sejak awal agar tidak sampai ke tahap mengkhawatirkan seperti yang terjadi di beberapa sentra batik di Jawa Tengah, seperti Solo dan Pekalongan.

Pewarnaan dengan bahan dasar alam yang biasa dibuat berupa pasta warna biru yang berasal dari olahan daun indigo. Selain warna biru, terdapat pula pasta dengan warna-warna lain seperti coklat dari hasil rendaman kayu mahoni, coklat kemerahan dari buah enau, atau hijau dan kuning yang berasal dari rendaman aneka dedaunan. Namun jumlah produksi pasta warna alami masih terbatas, karena tidak dibuat secara massal.

So., let’s save our planet with batik!!

Komentar bertahan »

MEMBERI WARNA PADA KAIN BATIK

Pelangi tidak akan indah jiga tidak memiliki warna begitu juga dengan kain batik. Jika hanya berupa motif saja tentunya kain batik yang diciptakan akan menjadi kurang indah. Untuk memberikan nuansa indah tersebut kita membutuhkan warna dalam kain batik. Macam-macam pewarnaan dalam dabatik sebagai berikut:

  1. Medel

pemberian warna biru tua pada kain yang dicap klowongan dan tembok dengan cara dicelup. Dahulu proses ini menggunakan nila dari daun indigofera (daun-tom) karena memiliki daya pewarna lambat, maka harus dilakukan secara berulang. Medel sekarang dilakungan menggunakan zat warna Indigo synthetis dan naptol.

  1. Celupan warna dasar

Batik-batik daerah Pekalongan, cirebon, Banyumas dan lainnya yang berwarna tidak diwedel naun diganti warna lain seperti violet, merah, hijau orange dan lainnya. Hal ini agar pewarnaan berikutnya tidak berubah. Zat warna yang bisa dipakai biasanya memiliki ketahanan yang baik seperti cat indigosol, Napthol/Indanthreen.

  1. Mneggadung

Yakni menyiram kain batik dengan larutan zat warna. Tekniknya dengan menggelar kain kemudian disiram dengan larutan cat. Cara ini menghemat zat warna namun menjadi agak kurang merata karena pemerataannya dilakukan dengan menyapunya. Pewarnaan ini sering dilakukan oleh pembatik di Pekalongan untuk warna pada kain sarung atau buketan

4.Coletan atau dulitan

Yakni pemberian warna dengan kuas atau dilukis dimana bagian yang diwarnani dibatasi oleh garis lilin. Cat yang biasa digunakan seperti Rapid dan Indigosol

  1. Menyoga

Pemberian warna coklat pada kain batik. Bagi daerah jogja Solo, ini merupakan pewarnaan terakhir. Zaman dahulu pewarnaan menggunakan kulit pohon soga. Sekarang banyak digunakan pewarnan seperti Soga Ergan. Chroom. Kopel Naphtol, indigosol/kombinasii dari zat-zat warna tersebut.

Komentar bertahan »

Warna dan tata warna batik

Kenapa anda melihat pelangi itu indah? Mengapa orang tidak senang melihat film hitam putih? Semua karena warna. Dalam hidup ini kita dapat mengatakan apakah seuatu indah dengan melihat warna, kita dapat memngenal satu benda dengan mendefinisikan sebuah warna. Warna memberikan kehidupan ini menjadi lebih indah. Bayangkan jika semua benda didunia ini gelap tidak berwarna apa yang kamu rasakan?

Warna merupakan unsure penting dalam kehidupan, begitu juga dalam batik. Menurut para ahli ada benyak definisi mengenai warna ada yang mengatakan sebagai teori cahaya, teori struktur kimia, dari segi biologi dan Phisiologi. Namun di Indonesia terutama y=berkaitan dengan kebudayaan warna diidentikan dengan ”faham kesaktian”. Dalam bolg ini saya ingin meninjau pewarnaan batik terutama di Indonesia dan beberapa daerah Jawa. Batik sebenarnya didasari oleh paham kesaktian seperti halnya warna itu sendiri. Saya akan mencoba menguraikan secara singkat dengan berbagai macam referensi yang telah di dapat. Semoga dapat memberikan manfaat, dan jadikan batikmu memiliki makna dari coretan warna yang diberikan.

Komentar bertahan »