Hal ini dilakukan pada mori dnegan kualitas sedang sampai halus. Mengenai komposisinyanya dapat melalui perbandingan sebagai berikut; Untuk I potong kain ukuran 7 m diperlukan, 75 cc minyak kacang dan 45 gr soda abu yang dilarutkan dalam 3 liter air.
Cara Membuat:
Basahi kain dengan air dalam bak ketelan dan dicampur dengan 75 cc minyak kacang dan ½ liter larutan soda abu kemudian diuleni sampai rata setelah itu dikeringkan. Setelah itu diberi 0,5 lt larutan soda abu dan dikeringkan kembali (ulangi sebanyak 6 kali atau lebih). Dallam tahap ini proses ulenan dapat dilakukan 2 kali sehari atau lebih.Pada hari terakhir kain dicuci bersih dan dikanji tipis kemudian dikeringkan.
Proses ketelan memiliki cara yang bervariasi tergantung pengalaman pembatik tiap daerah. Adapa pula pengerjaanya dengan menggunakan rebusan asam yakni kain direbus selama kurang lebih ½ jam dengan larutan asam 2 cc/ltr asam sulfat atau asam klorida. Hasilnya adalah kain batik yanh memiliki daya serap tinggi namun kekuatannya menjadi berkurang sehingga mudah rusak/robek.
Tulisan yang mempunyai pengait kata ngetel
Mengetel dengan minyak kacang dan soda abu.
mengetel mori batik 2
b. mengetel dengan minyak kacang atau londo merang
pengetelan ini untuk mengerjakan mori batik yang halus, untuk 1 piece mori dari 17 yard disediakan bahan-bahan sebagai berikut:
300 cc minyak kacang
10 ikat merang/ tangkai padi , setelah dibakar direndam dengan 20 liter air.
cara mengerjakan :
kain dibuka, dimasukaan dalam bak pengetel (bak bundar atau wajan ), dibasahi dengan air, diberi 300 cc minyak kacang dan 2 liter air abu merang /air londo, diuleni sampai merata, lalu disimpan basah dalam bak selama satu malam, pagi harinya diuleni lagi kemudian dijemur sampai kering. Pada siang hari diberi 1 1/2 liter air londo dan diuleni, kemudian disimpan semalam.
Pengerjaan hari ketiga dan seterusnya adalah seperti hari kedua, dan ini dikerjakan berulang sampai 9 hari, pada hari terakhir dicuci bersih kemudian dapat dikanji tipis lalu dikeringkan.
Mengetel mori batik
Yang dipakai untuk mengetel pada dasarnya adalah campuran minyak nabati ( minyak kacang, minyak klenteng, minyak nyamplung ) dan bahan-bahan pembuat alkali (kostik soda, soda abu, air abu atau londo). Kain dikerjakan dengan campuran tersebut berulang-ulang dengan setiap kali pengerjaan kain dikeringkan atau dijemur.
pengerjaan mengetel mori batik ini ada beberapa cara dan contoh sebagai berikut:
a. mengetel dengan campuran minyak kacang dan kostik soda. Ketelan ini dipakai untuk mori kasar atau blaco. untuk sepotong mori dari 17 m ( atau jadi 5 potongan kain ) disediakan obat-obat ketel sebagai berikut;
70 gr kostik soda dilarutkan dalam 10 liter air.
300 cc minyak kacang
cara mengerjakan :
Hari pertama sepptong kain dari 17 m tersebut dibasahi dengan 2 liter air biasa, lalu diberi 2 liter larutan kostik soda dan 300cc minyak kacang, kemudian dikerjakan atau diuleni sampai campuran obat-obat tersebut meresap dan tercampur di dalam kain, kemudian kain tersebut dilipat atau digulung dan disimpan basah di bak. Keesokan harinya kain dibuka dan dijemur, setelah kering pada tengah hari kaing dimasukkan bak pengetel, diberi 1 1/2 liter larutan kosti soda lalu diuleni, kemudian disimpan basah satu malam, paginya dijemur dan selanjutnya dikerjakan seperti hari ke 2 tersebut berulang-ulang sampai 5 hari. Pada hari terakhir kain dicuci sampai bersih lalu dikeringkan….,