Arsip untuk Mei, 2008
warna batik
bila kita meninjau mengenai batik maka kita bertanya terlebih dahulu dasi segi mana kita akan meninjau. Batik dapat ditinjau dari berbagai segi yaitu sebagai seni batik dan teknik batik. Peninjau batik menurut segi seni batik yakni meninjau dari pewarnaan baik itu arti warna, keharmionisan dan sebagainya tentang pewarnaan. sedangkan dari segi teknik yakni melihat bahan, tenik maupun proses dalam pewarnaannya. penijauan ini saling berkaitan sangat sulit untuk memisahkannya kedua unsur ini. apalagi dengan meninjau secara kronologis urutan mengenai zaman maupun periode pembuatan hal ini karena bahan-bahan yang kita miliki belum terlalu lengkap.
secara umum warna-warna yang sering dipapaki dalam pewarnaan batik sebagai berikut:
1. Warna hitam
2. warna biru tua
3. warna soga/ coklat
warna mengkudu/ merah tua
5. warna hijau
6. warna kujning
7. warna violet
zaman dahulu kain batik hanya dibuat dengan satu macam warna yakni merah tua atau biru tua seperti di daerah Jawa Barat yang disebut “kain simbut” dengan motif garis-garis berwana putih dan warna dasar merah tua. Di jawa tengah dikenal dengan “kain kelengan” yang berwarna dasar biru tua. batik dengan satu warna ini cukup popular di daerah Jawa Barat seperti kain balakbag dari tasik dan “mego-mendung” serta “kain bukit-batu” dari Cirebon.
dalam perkembangan selanjutnya pewarnaan menggunakan dua macam warna yakni biru tua dan warna soga atau coklat. Hal ini bergantung bagaimana proses pembuatannya, warna biru tua masih tetap atau berubah menjadi hitam kerna pengaruh warna coklat. Kain dengan pearnaan ini cukup popular di daerah Jawa Tengah seperti dari Jogja, Sala Semarang dan Ponorogo. sedangkan di daerah jawa barat dikenal denga proses Bedesan. di daerah Pekalongan, Lasem, Cirebon sudah biasa menggunakan warna-warna lain seperti hijau,kuning, merah dan ungu.
namun dengan perkembangan teknologi pewarnaan batik senantiasa berkembang dan semakin bervariatif. sehingga batik menjadi lebih hidup dan semakin berinteraksi dengan manusia selain dengan keindahan motif-motif yang dimilikinya,
merawat kain batik
jika kita bepergian ke Pekalongan, Solo dan Jojga sangat disayangkan jika anda tidak mampir sebentar untuk menikmati dan mungkin membeli batik sebagai oleh-oleh yang takterlupakan. berbagai macam motif banyak ditawarkan di daerah-daerah tersebut dan tinggal dipilih mana yang sesuai. namun jika kita sudah membelinya, bagaimana cara merawatnya agar tetap seperti aslinya?
Bahan pembuatan batik sudah berbagai macam tidak hanya menggunakan kain mori sebagai media akan tetapi juga menggunakan bahan dari katun, serat ulat sutra, serat nanas dan sebagainya. Untuk perawatan batik tulis , khususnya yang berbahan serat alam ada beberapa tips dalam merawatnya.
1. Jangan menggosok terlalu keras saat mencuci batik. Hindari menggunakan deterjen. Jika kain batik tidak terlalu kotor, cukup rendam dan cuci dengan menggunakan air hangat. Jika batik terkena noda, anda bisa mencucinya dengan sabun mandi. Bila nodanya masih membandel, hilangkan dengan kulit jeruk yang digosokkan pada bagian kotornya saja.
2. Setelah kotoran hilang, angin-anginkan batik di tempat yang teduh. Biarkan kain tersebut mengering secara alami. Pada saat menjemur, tarik bagian tepi kain agar serat kain yang terlipat kembali seperti sedia kala
3. Hindari penyetrikaan. Jika terlalu kusut, anda bisa semprotkan air di atas kain batik, lalu lapisi dengan kain lainnya. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kain batik terkena panas langsung dari setrika
4. Sesudah disetrika, sebaiknya simpan dalam plastik sebelum diletakkan dalam lemari. Sebaiknya jangan memberi kapur barus karena zat padat ini terlalu keras sehingga bisa merusak kain batik. Sebagai gantinya, beri merica yang dibungkus dengan tisu, lalu masukkan dalam lemari pakaian untuk mengusir ngengat atau gunakan akar wangi sebagai pengganti kapur barus.
selamat mencoba
artikel ini di dapat dari Koran Seputar Indonesia
SEE MORE AT ETNICOLOUR.BLOGSPOT.COM