Yang dipakai untuk mengetel pada dasarnya adalah campuran minyak nabati ( minyak kacang, minyak klenteng, minyak nyamplung ) dan bahan-bahan pembuat alkali (kostik soda, soda abu, air abu atau londo). Kain dikerjakan dengan campuran tersebut berulang-ulang dengan setiap kali pengerjaan kain dikeringkan atau dijemur.
pengerjaan mengetel mori batik ini ada beberapa cara dan contoh sebagai berikut:
a. mengetel dengan campuran minyak kacang dan kostik soda. Ketelan ini dipakai untuk mori kasar atau blaco. untuk sepotong mori dari 17 m ( atau jadi 5 potongan kain ) disediakan obat-obat ketel sebagai berikut;
70 gr kostik soda dilarutkan dalam 10 liter air.
300 cc minyak kacang
cara mengerjakan :
Hari pertama sepptong kain dari 17 m tersebut dibasahi dengan 2 liter air biasa, lalu diberi 2 liter larutan kostik soda dan 300cc minyak kacang, kemudian dikerjakan atau diuleni sampai campuran obat-obat tersebut meresap dan tercampur di dalam kain, kemudian kain tersebut dilipat atau digulung dan disimpan basah di bak. Keesokan harinya kain dibuka dan dijemur, setelah kering pada tengah hari kaing dimasukkan bak pengetel, diberi 1 1/2 liter larutan kosti soda lalu diuleni, kemudian disimpan basah satu malam, paginya dijemur dan selanjutnya dikerjakan seperti hari ke 2 tersebut berulang-ulang sampai 5 hari. Pada hari terakhir kain dicuci sampai bersih lalu dikeringkan….,
astrid berkata,
Oktober 3, 2008 @ 1:06 pm
apakah mengetel sama dengan mencelup?