April 18, 2008
· Disimpan dalam teknik pembuatan · Tagged ngetel, tahap membatik
b. mengetel dengan minyak kacang atau londo merang
pengetelan ini untuk mengerjakan mori batik yang halus, untuk 1 piece mori dari 17 yard disediakan bahan-bahan sebagai berikut:
300 cc minyak kacang
10 ikat merang/ tangkai padi , setelah dibakar direndam dengan 20 liter air.
cara mengerjakan :
kain dibuka, dimasukaan dalam bak pengetel (bak bundar atau wajan ), dibasahi dengan air, diberi 300 cc minyak kacang dan 2 liter air abu merang /air londo, diuleni sampai merata, lalu disimpan basah dalam bak selama satu malam, pagi harinya diuleni lagi kemudian dijemur sampai kering. Pada siang hari diberi 1 1/2 liter air londo dan diuleni, kemudian disimpan semalam.
Pengerjaan hari ketiga dan seterusnya adalah seperti hari kedua, dan ini dikerjakan berulang sampai 9 hari, pada hari terakhir dicuci bersih kemudian dapat dikanji tipis lalu dikeringkan.
April 18, 2008
· Disimpan dalam teknik pembuatan · Tagged ngetel, tahap membatik
Yang dipakai untuk mengetel pada dasarnya adalah campuran minyak nabati ( minyak kacang, minyak klenteng, minyak nyamplung ) dan bahan-bahan pembuat alkali (kostik soda, soda abu, air abu atau londo). Kain dikerjakan dengan campuran tersebut berulang-ulang dengan setiap kali pengerjaan kain dikeringkan atau dijemur.
pengerjaan mengetel mori batik ini ada beberapa cara dan contoh sebagai berikut:
a. mengetel dengan campuran minyak kacang dan kostik soda. Ketelan ini dipakai untuk mori kasar atau blaco. untuk sepotong mori dari 17 m ( atau jadi 5 potongan kain ) disediakan obat-obat ketel sebagai berikut;
70 gr kostik soda dilarutkan dalam 10 liter air.
300 cc minyak kacang
cara mengerjakan :
Hari pertama sepptong kain dari 17 m tersebut dibasahi dengan 2 liter air biasa, lalu diberi 2 liter larutan kostik soda dan 300cc minyak kacang, kemudian dikerjakan atau diuleni sampai campuran obat-obat tersebut meresap dan tercampur di dalam kain, kemudian kain tersebut dilipat atau digulung dan disimpan basah di bak. Keesokan harinya kain dibuka dan dijemur, setelah kering pada tengah hari kaing dimasukkan bak pengetel, diberi 1 1/2 liter larutan kosti soda lalu diuleni, kemudian disimpan basah satu malam, paginya dijemur dan selanjutnya dikerjakan seperti hari ke 2 tersebut berulang-ulang sampai 5 hari. Pada hari terakhir kain dicuci sampai bersih lalu dikeringkan….,
April 18, 2008
· Disimpan dalam teknik pembuatan · Tagged tahap membatik
Sebelum membuat batik, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan sebagai berikut:
1. Memotong Kain
Kain batik atau mori yang masih berbentuk piece (geblokan) dipotong-potong menurut panjang kain yang akan dibuat. Untuk membuat kain panjang wanita (tapih, jarit), mori kualitas primissima panajang 17,5 yard lebar 105 cm ( 42 in ) dibagi menjadi 6 potong kain.Demikian pula untuk mori kualitas Prima, karena ukuran piece-prima sama dengan ukuran piece-primissima.
Untuk mori kualitas biru atau medium, mempunyai ukuran tiap piece panjang 43 m dan lebar 105 cm, biasanya dipotong menjadi 19 (ukuran batik normal) atau menjadi 20 (ukuran batik sandang).
Ukuran lain adalah sebagai batik selendang, ikat kepala, sarung, hiasan dinding dan sebagainya. Selesai di potong-potong kain tersebut dijait ujung-ujungnya (diplipit) supaya benang-benang yang peling tepi dengan potongan tidak lepas
2. Mencuci ( ngirah ) atau ngetel ( ngloyor ) kain
Biasanya mori batik diperdagangkan dengan diberi kanji berlebihan agar kain tampak tebal dan berat. Karena kanji tersebut dianggap tidak baik untuk kain yang akan dibatik, maka perlu dihilangkan, kemudian duganti dengan kanji ringan. Cara menghilangkan kanji tersebut, kain direndam semalam dengan air bersih kemudian pada pagi harinya “dikeprok” lalu dibilas dengan air sampai bersih.
Bila mori tersebut akan dibuat batik yang halus ( kualitas prima atau primisima), maka mori itu tidak cukup hanya dicuci saja, tetapi di “ketel” atau di “loyor”
pekerjaan ngetel mori ini tidak hanya menghilangkan kanji, melainkan kain memiliki daya serap lebih tinggi dan menjadi supel, tetapi kekuatan kain menjadi berkurang. Proses ini menyerupai proses mensir (mencerize) dimana kain dikerjakan dalam larutan alkali dingin