21 Agustus 2007
Jakarta, 21/8/2007, (Kominfo-Newsroom) – Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengemukakan, pengembangan batik sebagai ikon nasional dihadapkan pada berbagai permasalahan dan tantangan, diantaranya dari sisi teknologi dan masih sangat terbatasnya generasi pembatik usia muda.
”Para industri batik umumnya belum melakukan perbaikan sistem dan teknik produksi yang lebih produktif agar mutunya sama untuk setiap produk batik yang dihasilkan,” kata Menperin Fahmi Idris pada pembukaan Pameran, Penjualan dan Pelatihan Batik, di Jakarta, Selasa (21/8).
Kendala lain yang dihadapi diantaranya pemakaian zat warna alam yang masih belum tersosialisasikan secara luas, disamping masalah penanganan limbah batik yang juga belum dilakukan secara benar.
”Selain itu, generasi pembatik usia muda masih sangat terbatas, karena itu diperlukan upaya khusus untuk menggugah minat kalangan muda terjun ke usaha batik,” tambahnya.
Menteri juga mengatakan, kendala lain yang dihadapi yakni, ketersediaan bahan baku, kain sutera terutama yang dibuat dengan ATBM jumlahnya masih belum dapat memenuhi permintaan pasar. Selain itu serat dan benang sutera umumnya masih impor.
Sementara dalam bidang pemasaran terkendala pada terbatasnya akses informasi, serta adanya tantangan dari negara pesaing yang semakin meningkat, diantaranya dari Malaysia, Thailand, Singapura, Vietnam, Afrika Selatan dan Polandia.
“Indonesia juga belum fokus untuk mengangkat batik Indonesia sebagai High Fashion dunia, juga dari sisi perlindungan hak kekayaan intelektual atas batik masih belum dilaksanakan secara maksimal,” katanya.
Fahmi Idris menegaskan, saat ini Departemen Perindustrian bekerjasama dengan Yayasan Batik Indonesia (YBI) serta lembaga terkait lainnya terus berupaya mengembangkan industri batik di Indonesia juga dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi tersebut.
Dalam kesempatan itu, ia mengajak para perajin batik untuk menumbuhkembangkan industri batik di Indonesia secara lebih luas dan mengembangkan batik untuk aplikasi di era modern, untuk produk-produk seperti fashion, pelengkap interior dan eksterior ruangan. (T. Jul/Ef/toeb/b)