April 30, 2008
· Disimpan dalam pewarnaan · Tagged pewarnaan
Pelangi tidak akan indah jiga tidak memiliki warna begitu juga dengan kain batik. Jika hanya berupa motif saja tentunya kain batik yang diciptakan akan menjadi kurang indah. Untuk memberikan nuansa indah tersebut kita membutuhkan warna dalam kain batik. Macam-macam pewarnaan dalam dabatik sebagai berikut:
- Medel
pemberian warna biru tua pada kain yang dicap klowongan dan tembok dengan cara dicelup. Dahulu proses ini menggunakan nila dari daun indigofera (daun-tom) karena memiliki daya pewarna lambat, maka harus dilakukan secara berulang. Medel sekarang dilakungan menggunakan zat warna Indigo synthetis dan naptol.
- Celupan warna dasar
Batik-batik daerah Pekalongan, cirebon, Banyumas dan lainnya yang berwarna tidak diwedel naun diganti warna lain seperti violet, merah, hijau orange dan lainnya. Hal ini agar pewarnaan berikutnya tidak berubah. Zat warna yang bisa dipakai biasanya memiliki ketahanan yang baik seperti cat indigosol, Napthol/Indanthreen.
- Mneggadung
Yakni menyiram kain batik dengan larutan zat warna. Tekniknya dengan menggelar kain kemudian disiram dengan larutan cat. Cara ini menghemat zat warna namun menjadi agak kurang merata karena pemerataannya dilakukan dengan menyapunya. Pewarnaan ini sering dilakukan oleh pembatik di Pekalongan untuk warna pada kain sarung atau buketan
4.Coletan atau dulitan
Yakni pemberian warna dengan kuas atau dilukis dimana bagian yang diwarnani dibatasi oleh garis lilin. Cat yang biasa digunakan seperti Rapid dan Indigosol
- Menyoga
Pemberian warna coklat pada kain batik. Bagi daerah jogja Solo, ini merupakan pewarnaan terakhir. Zaman dahulu pewarnaan menggunakan kulit pohon soga. Sekarang banyak digunakan pewarnan seperti Soga Ergan. Chroom. Kopel Naphtol, indigosol/kombinasii dari zat-zat warna tersebut.
April 30, 2008
· Disimpan dalam pewarnaan · Tagged pewarnaan
Kenapa anda melihat pelangi itu indah? Mengapa orang tidak senang melihat film hitam putih? Semua karena warna. Dalam hidup ini kita dapat mengatakan apakah seuatu indah dengan melihat warna, kita dapat memngenal satu benda dengan mendefinisikan sebuah warna. Warna memberikan kehidupan ini menjadi lebih indah. Bayangkan jika semua benda didunia ini gelap tidak berwarna apa yang kamu rasakan?
Warna merupakan unsure penting dalam kehidupan, begitu juga dalam batik. Menurut para ahli ada benyak definisi mengenai warna ada yang mengatakan sebagai teori cahaya, teori struktur kimia, dari segi biologi dan Phisiologi. Namun di Indonesia terutama y=berkaitan dengan kebudayaan warna diidentikan dengan ”faham kesaktian”. Dalam bolg ini saya ingin meninjau pewarnaan batik terutama di Indonesia dan beberapa daerah Jawa. Batik sebenarnya didasari oleh paham kesaktian seperti halnya warna itu sendiri. Saya akan mencoba menguraikan secara singkat dengan berbagai macam referensi yang telah di dapat. Semoga dapat memberikan manfaat, dan jadikan batikmu memiliki makna dari coretan warna yang diberikan.
April 30, 2008
· Disimpan dalam teknik pembuatan · Tagged batik monochrom
Maksud batik monochrome adalah lain batik dengan menggunakan satu macam warna semacam batik kelengan tetapi tidak menggunakan warna wedelan, melainkan dicelup dengan warna-warna yang tajam seperti warna merah,violet, hijau dan sebagainya. Biasanya dipakai dalam pembuatan rik wanita, kemeja, taplak meja. Pembuatan batik ganefo sama dengan batik kelengan dimana wedelan diganti dengan celupan berwarna, sedangkan motifnya menggunakan cap klowong atau cap tembokan/cap lain yang dibuat khusus untuk batik monochrome.