Motif Bawang Merah bikin Senegal “Kesengsem”

Tinggalkan komentar

Tak disangka ternyata produksi batik khas Brebes melalui motif bawang merahnya membuat warga negara Senegal, Afrika jatuh hati. Perasaan cintanya tersebut dijabarkan kembali oleh Kepala dinas Perdagangan dan Perindustrian Pemkab Brebes, Herman Adi Hadiwardoyo SH yang menyatakan bahwa pihak Senegal melakukan pemesanan yang fantastis yakni 2.000 potong kain dalam jangka waktu 3 bulan.

Bak mendapatkan durian runtuh, sontak tawaran menggiurkan ini menjadi pekerjaan rumah terutama bagi para pengrajin batik di Brebes. Pasalnya untuk mendongkrak kapasitas produksi yang besar dangan jangka waktu relatif pihaknya belum mampu menyediakan sumber daya manusia yang memadai. Persoalan utama yang dirasakan adalah permodalan awal.

Batik motif Bawang Merah merupakan batik tulis yang bisa diproduksi hanya 200 potong kain per bulan. Dengan demikian tawaran menggiurkan dari Senegal terpaksa ditolak ujar Herman.

Sungguh disayangkan kesempatan emas yang mungkin tidak datang dua kali tersebut berlalu begitu saja. Padahal jumlah pengrajin batik lokal Brebes ada sebanyak 800 orang yang tersebar di Kecamatan Salem, terutama di desa Bentar dan desa Pasir Panjang.

http://www.suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailberitacetak&id_beritacetak=175101

Wujudkan Indonesia: Global Home of Batik

Tinggalkan komentar

Kali ini Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah penyelenggaran Wold Batik Summit 2011. Sebuah pertemuan yang bertujuan untuk mengibarkan “bendera” batik sebagai warisan budaya indonesia di penjuru dunia akan diadakan di Jakarta Convention Center pada 28 September – 2 October 2011. Adapun mengenai agenda kegiatan World Batik Summit 2011 sebagai berikut:

a. International Conference

tema pertemuan international tersebut adalah “ Indonesia: Rumah Batik Global”. Pertemuan tersebut terbagi dalam dua agenda kegiatan yakni plenary session dan kunjungan workshop di beberapa lokasi seperti Jakarta Textile Museum, Parang Kencana Workshop. Pertemuan international tersebut akan berlangsung pada 28-30 September 2011

b. Gallery of Honor

Gallery of Honor adalah galeri foto dari beberapa pemimpin dunia, selebriti, desainer international dan berbagai seniman batik. Dalam galeri tersebut akan dipamerkan beraneka jenis motif batik yang menarik dengan sentuhan seni yang sangat menawan. Pameran ini akan berlangsung pada 28-30 September 2011

c. Batik Buyers Meet Sellers

Program teresebut bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi peminat batik di belahan bumi lain untuk dapat berinteraksi langsung dengan penjual dan pengrajin batik indonesia. Kegiatan ini diharapkan mempu menjual dan meningkatkan nilai jual batik lokal

d. Exhibition (Gelar Batik Nusantara-Summit Exhibition)

Kegiatan ini berupa pameran aneka jenis kerajinan batik dari kolektor batik, pengrajin batik, batik interiors, workshop batik, aneka macam perhiasan, fashion dan lain sebagainya. Program tersebut akan berlangsung pada 28 September – 2 Oktober 2011.

e. Gala Dinner and Fashion Show (Culture Performance)

Kegiatan fashion show kali ini sedikit berbeda karena akan dibuka dengan Night Gala Dinner. Kegiatan tersebut turut mengundang beberepa desainer terkemuka dari Indonesia maupun luar negeri seperti Deanoor (Malaysia), Kouru (Japan), Saksit (Thailand), Hermes (Paris), Lu Kun (Shanghai/China). Sedangkan tak kalah ketinggalan beberapa desainer Indonesia juga turut terlibat seperti Ramli, Sebastian Gunawan, Anne Avantie, Carmanita, Bi Batik, Chossy Latu, Parang Kencana. Untuk lebih memeriahkan acara, akan ditampilkan Culture Performance yakni permainan angklung, topeng Cirebon, Bedoyo Dance dan Jaipong Dance. Selain itu, terdapat pula penampilan dari Children Performance “I Love Batik”, Opret Sejarah Batik, Slide Show Tribute dari Iwan Tirta. Selain itu, acara ini juga sangat kental dengan nuansa Indonesia dengan kehadiran makanan dan beberapa kebudayaan tanah air.

untuk informasi lebih lanjut dapat dilihat pada link berikut:

http://indonesia.worldbatiksummit.com/

batik jalan raya

Tinggalkan komentar

Foto ini saya ambil ketika perjalanan menuju Bogor. Sore itu cuaca cukup cerah dan tidak banyak kendaraan melintas. Di tengah suasana santai tersebut tiba-tiba sebuah kendaraan vespa menyalip kendaraan saya. Meskipun banyak kendaraan menyalip namun, kehadiran vespa tersebut membuat saya terkejut. Ternyata vespa tersebut menggunakan motif batik parang dengan warna biru dan putih. Ketakjuban saya semakin bertambah ketika melihat tas yang digunakan oleh penumpag. Tas tersebut ternyata menggunakan motif yang serupa dengan vespanya. Wah emang saudara kita ini luar biasa. Begitu fanatiknya dia mengaplikasikan batik di kendaraan dan tas punggungnya. Rasanya ingin berkenalan dengan mereka namun kami ternyata berbeda jurusan. Takut kehilangan momen berharga ini, akhirnya saya beranikan untuk memotretnya dari belakang. Semoga apa yang dilakukan kawan kita ini dapat menjadi menginspirasi semangat kita dalam melestarikan batik. Karena jika bukan kita, siapa lagi yang melestarikannya.

Hidup batikholic!

Entri Lama

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.